LPKA Medan Terapkan Pendekatan Dialogis dan Humanis Selama Ramadhan

Bos com,MEDAN- Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas I Medan terus berupaya menciptakan situasi keamanan, ketertiban dan lingkungan kondusif selama Ramadhan dengan menerapkan pendekatan dialog dan humanis kepada Anak Binaan. Langkah ini dilakukan untuk menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban selama menjalankan ibadah di bulan Ramadhan.

Dikatakan oleh Fauzi Harahap selaku Kepala LPKA Medan, saat memimpir rapat internal seksi pengamanan di Aula LPKA Medan, Senin (03/03/25). la nenegaskan bahwa pendekatan dialog ang dilakukan secara humanis dalan mengatasi segala permasalahan Anak Binaan sudah diatur dalam undang-undang dan menjadi bagian dari kewajiban Institusi Pemasyarakatan. Dalam menjalankan tugasnya, petugas pemasyarakatan harus hadir di tengah Anak Binaan, mengayomi, membina serta memahami berbagai permasalahan yang dihadapi Anak Binaan saat ini.

Sebagai petugas pengamanan chususnya di LPKA Medan, petugas harus dekat dengan Anak Binaan, diterima di tengah-tengah mereka, dan aktif berkomunikasi serta mendengarkan keluhan mereka. Jika ita sudah memahami permasalahan yang ada di lapangan, maka kita bisa memberikan solusi yang tepat. Tugas 'emasyarakatan sebagai pengayom pembina dan pelayan masyarakat harus benar-benar diimplementasikan, tegasnya.

Hal senada disampaikan oleh Kepala Seksi Pengawasan dan Penegakkar bisiplin (Ka.Sie. Wasgaplin), Pantas Parulian Simanjuntak mengatakar ahwa pendekatan humanis dalar bertugas merupakan bagian dari upaya menciptakan suasana kondusif, aman dan tertib bagi seluruh Anak Binaan. 'etugas pengamanan tidak boleh hanya berorientasi pada penindakan, tetapi juga harus mampu membangun kesadaran Anak Binaan untuk tertib selama menjalani masa pembinaan di LPKA Medan.

Banyak sekali contoh di lapangan yang menunjukkan pentingnya kedekatan antara petugas dan Anak Binaan. Petugas pemasyarakatan tidak boleh bangga hanya karena merintah Anak Binaan, tetapi harus bangga ketika Anak Binaan bisa tertib dan disiplin anpa paksaan, ujarnya.(JN)

 




Lebih baru Lebih lama