Kumandang takbir yang memecah sunyinya fajar menandai dimulainya rangkaian kegiatan Idul Fitri di Lapas Lhokseumawe. Dalam suasana penuh berkah dan kebersamaan, Sholat dul Fitri di golar di lapangan Lapas, dikuti oleh seluruh warga binaan dan petugas yang berlangsung dengan penuh khidmat serta menjadi momentum refleksi diri bagi seluruh jamaah.
Seperti makna Idul Fitri yang menandai kembalinya seseorang pada kesucian setelah nenjalankan ibadah puasa di bulan Ramadan yang menggugurkar dosa-dosa dimasa lampau, momentum hari raya ini juga selaras dengan filosofi pemasyarakatan, yaitu membina warga binaan agar menjadi pribadi yang lebih baik dari sebelunya. Usai sholat, suasana semakin hangat dengan sesi saling bersalaman dan bermaafan antara warga binaan maupun dengan petugas Lapas, mencerminkan semangat persaudaraan dan kebersamaan.
Sebagai bentuk kepedulian dan komitmen dalam memberikan layanan terbaik, Lapas Lhokseumawe juga menghadirkan kebijakan inovatif dalam layanan kunjungan hari raya. Berdasarkan Surat Edaran Ditjen PAS No. PAS-UM.01.01-93 yang mengatur bahwa layanan kunjungan dilaksanakan selama dua atau tiga hari, Kepala Lapas Lhokseumawe, Wahyu Prasetyo, mengambil kebijakan dengan menambah satu hari layanan kunjungan.
"Ini merupakan bentuk kepedulian dan raso kemanusiaan kami terhadap saudara-saudara yang saat ini berada di dalam Lapas Dengan memberikan waktu ekstra untuk kunjungan, kami berharap hal ini akan berdampak positif terhadap sikap dan perilaku warga binaan sehingga mereka dapat menerima pembinaan dengan lebih baik," ungkap Wahyu Prasetyo.
Kebijakan ini mendapat dukungan penuh dari seluruh petugas Lapas Lhokseumawe se instansi terkait, seperti Kepolisian Resor Lhokseumawe dan Balai Pemasyarakatan (Bapas) telas I Lhokseumawe, yang turut berpartisipasi dalam menyukseskan pelaksanaan kunjungan hari raya.
Layanan kunjungan dibuka selama empat hari, mulai 31 Maret hingga 3 April 2025, dengan dua sesi setiap harinya: sesi pagi pukul 09.00-12.00 WIB dan sesi siang pukul 13.30-15.00 WIB. Antusiasme masyarakat sangat inggi, terbukti dari jumlah pengunjung yang melampaui perkiraan. Berikut adałah data rekapitulasi kunjungan: 1. Hari pertama: 139 warga binaan dikunjungi dengan total 681 pengunjung (291 laki-laki dewasa, 111 perempuan dewasa, dan 279 anak-anak). e Hari kedua: Lonjakan signifikan dengan 90 warga binaan dikunjungi dan lotal 1.214 pengunjung (196 laki-laki dewasa, 443 perempuan dewasa, dan 385 anak-anak). Hari ketiga: 139 warga binaan dikunjungi dengan total 711 pengunjung (116 laki-lakk dewasa,308 perempuan dewasa, dan 287 anak-anak). 4. Hari keempat (kunjungan khusus hari raya): 146 warga binaan dikunjungi dengan total 477 pengunjung (83 laki-laki dewasa, 228 perempuan dewasa, dan 166 anak-anak).
Kelancaran layanan kunjungan peringatan Hari Raya Idulfitri 1446 H di Lapas Lhokseumawe bukan hanya hasil dari perencanaan yang matang melainkan juga adanya sinergi yang solid antara berbagai pihak. Køberhasilan ini juga tidak terlepas dari partisipasi aktif warga binaan dan keluarga mereka, yang turut mendukung kelangsungan layanan dengan tertib dan penuh kesadaran.
Lebih dari sekadar rutinitas tahunan, pelayanan hari raya ini menjadi cerminan nyata dari komitmen Lapas Lhokseumawe dalam menjalankan tugas dengan profesionalisme dan dedikasi tinggi. Di tengah dinamika perayaan dan tingginya mobilitas pengunjung, petugas tetap mengedepankan semangat pelayanan yang ikhlas dan lanpa diskriminasi. Lapas Lhoksoumawe memastikan setiap warga binaan dapat merasakan kebersamaan dan kehangatan Idulfitri, meskipun berada di dalam lingkungan pemasyarakatan. Semang pelayanan yang diberikan bukan hanya tentang menggugurkan tugas, tetapi juga wujud nyata dari tekad untuk terus menghadirkan rasa keadilan dan kemanusiaan pada setiap insan idak terkecuali kepada warga binaan.(Rel)